Bitcoin Terjun Bebas ke $59.100: Mengapa BTC Drop dan Apa yang Perlu Trader Pahami
Penurunan Bitcoin Paling Brutal di 2026
Bitcoin mencapai level intraday terendah di 2026 pada $59.100 di tanggal 5 Juni, jatuh 19,3% dalam 7 hari dan 26,8% dalam 30 hari.
Pergerakan ini menandai salah satu pekan terburuk bagi pasar kripto sejak keruntuhan FTX pada November 2022.
Pada 4 Juni 2026, Bitcoin diperdagangkan di sekitar $64.100, sementara level terendah intraday sempat menyentuh area $61.500.
Penurunan tajam ini mendorong BTC
lebih dari 51% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa di sekitar $126.200 yang dicapai pada Oktober 2025.
Dampak penurunan ini tidak terbatas pada Bitcoin saja.
Ethereum kehilangan sekitar 7% dalam 24 jam dan sempat jatuh di bawah level psikologis $1.900.
Altcoin utama lainnya juga mengalami tekanan hebat—
Solana menunjukkan penurunan paling tajam sebesar -10%, Avalanche -11%, dan Cardano -9%.
Likuidasi Massal dan Kapitulasi Pasar
Penurunan Bitcoin memicu gelombang likuidasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Data Coinglass menunjukkan $1,75 miliar dalam likuidasi dalam 24 jam, dengan 351.233 trader terhapus di seluruh pasar kripto.
Sekitar 85% dari semua likuidasi adalah posisi long. Pemegang Bitcoin (BTC) paling terpukul dengan $777M, diikuti Ethereum (ETH) dengan $398M, dan Solana (SOL) di tempat ketiga dengan $89M.
Yang lebih mengkhawatirkan,
lebih dari separuh dari semua BTC yang beredar kini berada pada kerugian yang belum direalisasi, sinyal yang menandai setiap dasar pasar bear utama dalam sejarah Bitcoin.
Faktor-Faktor Pemicu BTC Drop
1. Penjualan Bitcoin oleh Strategy (MicroStrategy)
Salah satu katalis psikologis terbesar adalah langkah mengejutkan dari Strategy (sebelumnya MicroStrategy).
Perusahaan mengungkapkan dalam pengajuan SEC pada 1 Juni bahwa mereka menjual 32 BTC antara 26-31 Mei dengan harga rata-rata sekitar $77.135 per koin, menghasilkan sekitar $2,5 juta.
Penjualan tersebut merupakan pembuangan bersih Bitcoin pertama perusahaan sejak 2022, dan digunakan untuk mendanai distribusi saham preferen STRC perpetual mereka.
Meskipun jumlahnya kecil secara material, dampak psikologisnya sangat besar karena Strategy telah lama dianggap sebagai simbol strategi "beli dan tidak pernah jual" Bitcoin.
2. Aliran Keluar ETF Bitcoin yang Berkelanjutan
Tekanan institusional menjadi pendorong utama. ETF Bitcoin spot AS mengalami estimasi aliran keluar bersih $2,8 miliar hingga $3,5 miliar selama 10 hingga 11 sesi perdagangan berturut-turut di akhir Mei dan awal Juni, dengan satu minggu saja mencatat sekitar $3,4 miliar dalam penarikan—aliran keluar satu minggu terbesar sejak produk ETF diluncurkan pada awal 2024.
ETF Bitcoin secara kolektif mencatat aliran masuk bersih hanya $3 juta pada hari Kamis, mengakhiri rekor aliran keluar selama 13 sesi—rekor terlama dalam sejarah. Total aset bersih di seluruh ETF Bitcoin turun menjadi $80,4 miliar dari $107,8 miliar pada 14 Mei.
3. Ketegangan Geopolitik AS-Iran dan Inflasi
Konflik terus mendorong naik harga minyak mentah, dan kenaikan harga minyak secara langsung meningkatkan biaya transportasi dan produksi perusahaan, sehingga memicu tekanan inflasi keseluruhan dan merusak rencana pemotongan suku bunga Federal Reserve. Beberapa pejabat Fed bahkan menyatakan tidak akan mengesampingkan kenaikan suku bunga, menyebabkan kejutan pada Bitcoin, semua cryptocurrency lainnya (kecuali stablecoin), dan pasar saham.
Pasar kini memberi harga probabilitas 68,8% untuk nol pemotongan suku bunga Fed di 2026, dan serangan AS-Iran baru pada 2 Juni telah mengguncang gencatan senjata rapuh yang bertahan sejak April.
4. Rotasi Modal ke Saham AI
Menariknya, koreksi Bitcoin terjadi saat pasar saham global justru mencapai rekor baru.
Pasar saham global mencapai rekor tertinggi baru saat perdagangan AI menguat, dengan Indeks Semikonduktor Philadelphia reli hampir 6% ke rekor pada hari Selasa dan Tokyo Electron serta Taiwan Semiconductor Manufacturing keduanya mencapai puncak baru. Indeks MSCI All Country World mencapai rekor tertinggi baru dalam reli AI yang mendominasi saham sepanjang tahun.
Beberapa analis juga menunjuk pada rotasi modal yang lebih luas dari cryptocurrency ke investasi terkait kecerdasan buatan.
Analisis Teknikal: Level Support Kunci
Dari perspektif teknikal, Bitcoin kini berada di posisi krusial.
Level kunci yang harus diawasi adalah: Resistance: $74K, Support: $60,6K.
Level $65.000 BTC adalah jangkar teknikal langsung. Penembusan di bawah membawa $60.000 ke dalam fokus, sementara bertahan membuka pintu untuk rebound bantuan saat positioning overleveraged terkuras.
Beberapa indikator—termasuk harga penutupan rig penambangan, sentimen pasar, dan RSI—menunjukkan bahwa Bitcoin berada dalam kondisi oversold dan mengirim sinyal bullish. Meskipun breakdown lebih lanjut tidak mungkin, tes ulang level $60.000 tidak dapat dikesampingkan.
Apakah Ini Akhir Bull Market?
Para trader di pasar prediksi Kalshi menunjukkan pesimisme yang meningkat.
Ada peluang hampir 80% bahwa harga crypto unggulan akan jatuh di bawah $60.000 pada 2026. Trader juga berpikir ada peluang 52% harga akan turun di bawah $50.000 tahun ini.
Namun, bukan berarti Bitcoin tidak memiliki harapan.
Menurut data Antpool, keuntungan bersih harian untuk miner seperti Antminer, Whatsminer, dan Avalon telah menjadi negatif, mendekati level penutupan; ini menyiratkan pencucian miner skala kecil dan menandakan bahwa harga telah menyentuh biaya produksi Bitcoin.
Indeks Crypto Fear & Greed berada di 12, di wilayah Extreme Fear. Banyak analis percaya bahwa kapitulasi long yang dalam seperti ini sering menjadi fondasi untuk reli bantuan selanjutnya.
Sentimen Pasar dan Volume Transaksi
Meskipun harga turun tajam, aktivitas on-chain menunjukkan sinyal menarik.
Akun media sosial dan kontributor Cryptoquant, Darkfrost, memposting di X, menandai bahwa volume transaksi Bitcoin mendekati rekor tertinggi sepanjang masa berdasarkan moving average 30 hari, bahkan saat koreksi semakin dalam, menyebutnya sebagai "salah satu pergantian kepemilikan paling signifikan" dalam sejarah Bitcoin.
Data CryptoQuant menunjukkan volume perdagangan spot crypto turun menjadi $679 miliar pada April, level bulanan terendah sejak Oktober 2023, menunjukkan kurangnya permintaan yang berkelanjutan di seluruh pasar.
Apa Langkah Selanjutnya untuk Trader?
Kondisi pasar saat ini menawarkan tantangan sekaligus peluang bagi trader yang cerdas. Platform seperti WinMove membantu trader memahami dinamika pasar melalui analisis AI dan trading intelligence untuk XAUUSD—strategi manajemen risiko yang serupa dapat diterapkan pada aset volatil seperti Bitcoin.
Beberapa faktor yang harus dipantau dalam minggu-minggu mendatang:
- Aliran ETF Bitcoin: Apakah tren aliran keluar akan berbalik atau berlanjut?
- Level $60.000: Apakah support psikologis ini akan bertahan atau tembus?
- Data Makroekonomi AS: Terutama laporan pengangguran dan inflasi
- Perkembangan Geopolitik: Eskalasi atau de-eskalasi konflik AS-Iran
- Sentimen Pasar: Apakah indeks Fear & Greed akan pulih dari zona extreme fear?
Dari perspektif teknikal, BTC tetap lemah setelah breakdown lower time frame terbarunya. Momentum masih bearish, dan kecuali katalis kuat muncul, struktur saat ini menunjukkan tekanan downside lebih lanjut dalam jangka pendek.
Catatan Risiko
Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan tidak merupakan nasihat keuangan. Pasar cryptocurrency sangat volatil dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan penasihat keuangan sebelum membuat keputusan investasi.